Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

aras Sarasvathy, saat Roundtable on Entrepreneur Education: REE ASIA 2012, di Bangkok

Banyak orang ketika ditanya, apakah ingin jadi pengusaha? Pasti banyak yang ingin. Namun ketika ditanya lagi, ingin buka usaha apa? Nah ini baru bingung menjawabnya. Atau sekenanya menjawab, misalnya ingin buka toko baju, toko mainan, rumah makan dan lainnya. Tapi sebenarnya dalam hatinya masih tanda tanya besar, usaha apa yang menguntungkan dan bakal dilakukannya. Hal ini yang menyebabkan seringkali keingingan itu hanya sebatas rencana yang tidak pernah berhasil dijalankan.

Jika Anda mengalami seperti ini, Anda tidak sendiri. Banyak orang yang sulit melangkah menjadi entrepreneur karena bingung memilih bisnis yang hendak dilakukan. Bukan bingung karena banyak pilihan, tetapi lebih pada keraguan. Ya, yang dipertaruhkan memang banyak. Apalagi kalau kita salah menggunakan pola pikirnya. Hah? Pola pikir apa? Bukankah kita sudah banyak belajar bagaimana seorang entrepreneur itu berpikir? Ya, tapi berpikir saja tidak cukup, kita mesti tahu bagaimana bertindak dengan benar.

Saya beruntung pernah belajar dengan profesor Saras Sarasvathy, saat Roundtable on Entrepreneur Education: REE ASIA 2012, di Bangkok. Berikutnya setelah mempelajari buku-bukunya, Profesor Saras Sarasvathy datang ke Kampus Universitas Ciputra dan memberi workshop selama 3 hari. Saya banyak belajar tentang bagaimana pola pikir entrepreneur. Yang membedakan antara mereka yang berhasil dengan tidak adalah cara berpikirnya yang oleh Saras disebut sebagai cara berpikir efektual. Apa itu?

Berpikir efektual adalah kebalikan dari berpikir kausal. Berpikir kausal itu berarti kita menentukan tujuan lebih dahulu. Misalnya, saya ingin buka toko baju. Maka untuk buka baju saya harus menyiapkan modal ini itu, tempat, mencari supplier, mencari pelanggan dan sebagainya. Sebaliknya, berpikir efektual itu melihat siapa diri kita, apa yang bisa kita lakukan dan siapa yang kita kenal. Dari sana, kita kemudian bisa membuka usaha apa. Jadi bukan tujuannya yang ditentukan, namun dari diri kita bisa apa.

Untuk bisa berpikir secara efektual, Saras Sarasvathy mengemukakan ada lima prinsip yang harus dipegang. Pertama adalah prinsip yang namanya “bird in hand”, artinya apa yang ada di diri kita, siapa diri kita, hal apa saja yang bisa kita lakukan dengan baiks erta siapa saja yang kita kenal. Nah, yang sering menjadi masalah adalah, kita tidak tahu siapa diri kita, mungkin karena kurang percaya diri kemudian merasa tidak bisa apa-apa dan karena kurang pergaulan, juga membuat diri tidak punya banyak relasi atau kenalan.

Memang benar, inilah hambatan utama seseorang untuk melangkah menjadi seorang entrepreneur. Menemukenali diri ini sangat penting. Beberapa pelatihan entrepreneurship yang sifatnya praktis, seperti mengajar memasak, menjahit, atau lainnya, adalah membekali diri untuk menambah apa yang bisa kita lakukan. Tapi itu saja tidak cukup. Dalam proses menunggu menjadi entrepreneur, sangat baik jika Anda menambah relasi, koneksi dan pertemanan. Semakin luas jaring sosial yang Anda punya, ini merupakan bekal yang baik untuk masa depan Anda. Ingat, modal utama seorang entrepreneur itu bukan uang atau barang melainkan dirinya sendiri. Kalau Anda tidak mengenal betul diri Anda, Anda akan tersesat dalam perjalanan Anda untuk menjadi entrepreneur.

Nah, memasuki dunia bisnis itu sama seperti masuk hutan rimba. Atau perumpamaan lain, kalau selama ini kita berada di kolam, maka kita kini harus siap masuk ke lautan luas. Di sana keadaan serba tidak pasti. Berbeda kalau di kolam atau di kandang, mendapat makanan rutin tiap hari, seperti seorang pegawai yang mendapat gaji tiap bulan, keluar dari kolam atau kandang, kita hidup dengan mencari makan sendiri. Hidup menjadi serba tidak pasti. Bisa mendapat makanan banyak di luar sana, tapi bisa juga tidak. Ketidakpastian inilah yang sering membuat ragu. Saras Sarasvathy mengemukakan bahwa untuk mengatasi hal ini, ada prinsip-prinsip yang harus dipegang.

Prinsip berikutnya sebelum memulai bisnis adalah Anda harus berpikir dengan prinsip yang namanya affordable loss. Artinya, setiap Anda mau berbisnis, pasti ada waktu, tenaga, pikiran dan modal yang terpakai atau terbuang. Nah, apa yang Anda lakukan, tentu tidak ada jaminan bakal berhasil. Kemungkinan untuk gagal pasti ada. Lalu, apakah Anda siap jika gagal? Semisal, Anda diajak kerja sama oleh teman untuk berbisnis dan perlu modal Rp 100 juta. Ini adalah uang yang telah Anda kumpulkan selama lima tahun bekerja. Janji keuntungan juga bagus sehingga Anda tertarik untuk ikut. Namun, meski diberi bayangan keuntungan besar, ingatlah bahwa kegagalan juga bisa terjadi. Tak ada bisnis yang benar-benar bebas resiko. Jadi, kalau misalnya uang Anda yang Rp 100 juta itu terbang melayang, menguap bersama angin, apakah Anda siap secara mental? Jika ya, lakukan, jika tidak maka jangan dilanjutkan. Mengapa? Kalau Anda siap, maka Anda bisa bangkit lagi meski gagal. Kalau Anda tidak siap namun memaksakan diri, jika seandainya gagal, Anda pasti akan trauma, atau bahkan tidak bisa bangkit lagi. Affordable loss atau kerugian yang masih bisa ditoleransi adalah kunci bagaimana orang bisa jatuh 10 kali bangkit 11 kali.

Prinsip-prinsip ini membantu pengusaha mengambil keputusan dalam lingkungan yang serba tidak pasti. Saat berhadapan dengan ketidakpastian, pengusaha harus tetap fleksibel dalam cara mereka berpikir dan tindakan yang mereka ambil.

Prinsip ketiga adalah prinsip limun (lemonade). Apa itu? Pepatah di Amerika mengatakan, jika hidup Ada terasa kecut (seperti buah lemon), maka buatlah menjadi manis seperti limun (lemonade). Hidup memang tidak selamanya menyenangkan. Bisnis juga tidak selamanya mulus. Kadang kita menghadapat halangan dan masalah. Entrepreneur harus bisa berpikir optimis sehingga bisa mengubah masalah menjadi peluang. Orang pesimis melihat kesulitan dalam peluang, sebaliknya orang optimis melihat peluang dalam kesulitan. Jika Anda saat ini adalah orang yang peragu atau optimis, Anda mesti ubah itu, atau setidaknya, punyalah partner bisnis yang bisa membuat Anda optimis. Partner terdekat adalah keluarga Anda. Kalau Anda masih berpeluang mencari pasangan hidup, pilihlah yang sikapnya optimis, yang bisa membuat hidup Anda bergairah dan yakin menapak masa depan.

Nah, itu saja ternyata tidak cukup. Menurut Saras Sarasvathy, ada prinsip keempat yang tak kalah pentingnya yakni crazy quilt. Apa itu? Anda pernah melihat selimut yang terbuat dari kain perca? Kalau kita punya hobby menjahit, maka biasanya banyak sekali potongan kain sisa. Nah, kain sisa ini bisa disambung-sambung sehingga menjadi sebuah selimut yang cantik. Jika Anda mau menjadi entrepreneur yang sukses, jadilah “penjahit” yang bisa membuat selimut dari kain perca ini. Apa maksudnya dan bagaimana caranya? Artinya, jalinlah relasi dengan banyak orang, buatlah diri Anda bsia diterima di semua kalangan. Untuk itu jaga baik-baik karakter dan track record (rekam jejak) Anda. Jaga kepercayaan orang kepada Anda dan berprestasilah yang baik. Maka akan banyak orang yang mau berhubungan dengan Anda. Nah, sebagai entrepreneur, Anda mesti bisa merangkai dengan para relasi ini untuk bisa saling menguntungkan. Percuma Anda punya kenalan ribuan di Facebook kalau Anda tidak bisa menjalin kerja sama yang menghasilkan keuntungan bersama. Percuma juga mempunyai sejumlah kartu nama dari orang-orang top, tapi hanya menjadi hiasan di buku kartu nama Anda. Binalah kerja sama, mintalah komitmen mereka agar mau bersama dengan Anda meraih sukses. Ini adalah modal sosial yang sangat penting. Anda harus aktif menjalin hubungan.

Prinsip yang terakhir menurut Saras Sarasvathy adalah Pilot in the plane. Maksudnya, Anda adalah pilotnya, jadi Anda yang menentukan hidup Anda. Bukannya Anda ditentukan oleh keadaan, melainkan Andalah yang menentukan masa depan Anda sendiri. Memang ini bisa tidak sejalan dengan budaya kita yang sering kali diajarkan harus nrima, pasrah, tidak neko-neko atau hidup dengan mengikuti aliran air… just follow the flow. Namun, bagaimana kalau hal itu justru menjadi penghambat kita? Bagaimana bila ternyata aliran yang kita ikuti itu salah?

Intinya dalam prinsip yang terakhir ini adalah, apakah Anda mau mengontrol masa depan Anda atau meramalkannya? Saras mengatakan bahwa masa depan itu tidak pasti, percuma kita meramalkannya. Kalau kita meramalkannya, kita cenderung merencanakan sesuai dengan apa yang kita perkirakan. Tapi kadang hidup tidak seperti yang dibayangkan. Kita sudah merencanakan akan menikah dengan si A, tapi ternyata dalam perjalanan hubungan tersebut kandas. Jadi, kuncinya adalah kemampuan kita mengontrolnya, sebab kita adalah pilot dalam pesawat yang kita terbangkan. Peter Drucker juga mengatakan, "The best way to predict your future is to create it." Cara terbaik memperkirakan masa depan Anda adalah menciptakannya. Kita harus bisa menjadi pengendali atas hidup kita sendiri.

Anda harus punya mimpi. Jangan takut bermimpi sebab kalau kita mimpi saja tidak bisa, bagaimana akan dapat terwujud? Jika Anda punya mimpi, maka lakukan sesuatu agar mimpi itu terwujud. Jika Anda masih ragu, ingatlah akan prinsip-prinsip ini dan berpikirnya secara efektual. Teori dari Saras Sarasvathy ini menurut saya sungguh hebat, sangat memberi semangat dan keyakinan untuk melangkah membangun bisnis. Ingatlah, “If you don’t build your dream, someone will hire you to help you build theirs.” Jika Anda tidak membangun mimpi Anda, maka Anda akan bekerja untuk membangun mimpi orang lain. Membangun mimpi orang lain memang enak, tidak ada resiko, dapat gaji setiap bulan. Tapi apakah ini yang memang Anda inginkan? Hidup di kolam atau sangkar emas? Atau Anda ingin menjadi seperti hiu lautan, elang perkasa yang terbang di langit luas? Masa depan Anda, yang menentukan adalah diri Anda sendiri. Kalau Anda menyerah, maka hidup Anda akan ditentukan orang lain. Maka, buatlah Anda untuk sungguh-sungguh ingin menjadi seseorang yang bisa menentukan masa depan Anda sendiri. (*Nur Agustinus)

Source: Ciputra

Kamis, 28 Februari 2013

Kiat, Tips Sukses, Cara Menghasilkan Uang Untuk Hidup Anda : Mainlah The Sims

Jika Anda ingin tahu rahasia, kiat dan tips sukses untuk mencintai, kehidupan dan kebahagiaan Anda harus memainkan game yang satu ini : The Sims. Tips ini juga secara tidak langsung memberikan cara menghasilkan uang untuk Anda.

    Jika Anda tidak cukup banyak meng-klik mouse, Anda mungkin tidak begitu bagus memainkan game ini

Dalam game ini yang Anda harus lakukan adalah menjalankan kehidupan seorang sims dengan bantuan mouse. Ingin berbicara dengan seorang wanita ? Anda tinggal meng-klik pada wanita tersebut dan pilihlah option yang ada.


Jika Anda membiarkan sims Anda dalam mode autopilot, Sims Anda akan melakukan apa pun yang mereka inginkan, yang biasanya adalah hal-hal bodoh (hal ini sangat familiar dalam kehidupan nyata). Anda pun dapat menginterupsi mode autopilot Sim Anda dengan memberi mereka petunjuk bijak, seperti “membaca buku” atau “jalan-jalan ke taman”.

Menjadi sukses di The Sims sangat mudah. Ini seperti kehidupan nyata, kecuali tanpa adanya penghalang antara apa yang Anda putuskan dan apa yang sebenarnya Anda akan lakukan.

Misalnya, Anda ingin mendapatkan badan yang fit atau tubuh yang ideal.

Dalam Sims, Anda segera membeli banyak peralatan fitness yang Anda mampu. Jika Anda tidak punya uang, anda tinggal pergi berjalan di taman. Setiap hari Anda menggerakkan Sim Anda untuk menghabiskan beberapa jam untuk berolahraga, dan meskipun kemajuannya lambat, Anda melihat bar mereka perlahan-lahan naik. Dan tentu saja kesuksesan dalam permainan ini sudah dijamin


Dalam kehidupan nyata Anda berpikir untuk mendapatkan badan yang fit. Anda tidak yakin apa yang harus Anda beli. Dapatkah Anda mendapatkan peralatan yang “benar”? Anda membaca review di internet. Apakah Anda memiliki cukup waktu? Anda mengajukan pertanyaan di Twitter.

Mungkin Anda membeli sesuatu. Anda tidak tahu bagaimana menggunakannya. Mungkin Anda menggunakannya beberapa kali. Anda tidak melihat hasil apapun. Anda pun menyerah.

Seandainya saja ada seseorang yang mengatakan apa yang harus dilakukan.

Pelajaran pertama dari The Sims adalah keputusan yang baik memerlukan pertimbangan yang baik.

untuk mendapatkan badan ideal: latihan. Untuk lebih pintar: bacalah buku. Untuk makan sehat: masaklah. Hal tersebut adalah mainan anak SD, tetapi ketika anda berjalan pada kehidupan Anda, pikiran Anda melumpuhkan Anda dengan berpikir terlalu banyak. Berhentilah berpikir terlalu banyak untuk keputusan yang baik. Berhentilah berpikir mengambil keputusan yang sempurna. BERTINDAKLAH.

Anda dapat memecahkan setengah masalah umat manusia dengan cara yang mudah. “Aku suka gadis ini, bagaimana caranya agar dia menyukai saya?” Cukup klik pada dirinya, dan pilihlah opsi yang Anda inginkan.

“Tapi apa yang saya harus katakan?”

Apa pun itu  bergeraklah untuk lebih dekat ke tujuan Anda. Pilih sesuatu.

“Tapi dia tidak mungkin menyukaiku!” Saat ini, dia bahkan tidak tahu saya.

Perbaikilah. Pilih sesuatu.

“Kira-kira apa nama anak kita nanti?” CUKUP BERPIKIR DAN PILIHLAH SESUATU.

Berpikir bukanlah hal yang buruk, tapi simpanlah pikiran yang terlau banyak untuk hal-hal yang bisa digunakan untuk menulis novel dan merancang mesin cuci bertenaga nuklir.

Jika Anda tidak cukup banyak meng-klik mouse, Anda mungkin tidak begitu bagus memainkan game ini.


Pelajaran kedua dari The Sims adalah untuk memelihara status Anda / Kondisi terbaik Anda.

Jika Sim Anda lelah, lapar, tidak mood, bahkan kencing di celana, maka mereka tidak akan melakukan pekerjaan dengan baik. Seorang pemain yang baik terus mengawasi bar simsnya dan tidak pernah membiarkan bar mereka terlalu jauh turun.

Dan dalam kehidupan nyata. Jika Anda merasakan diri Anda memiliki argumen yang jelek, tidak mood bekerja, lelah, stres, atau lapar pada saat itu maka berhentilah bekerja dan istirahatlah . Jika Anda ingin menjadi pribadi Anda yang cerdas, dan tangguh, Anda harus memelihara status Anda sehingga “bar” Anda tidak meluncur terlalu jauh.


Pelajaran ketiga dari The Sims adalah untuk membangun keterampilan yang Anda pilih.

Hampir setiap Sim yang  Anda kendalikan pasti memiliki bar skill yang makin tinggi bar nya maka skill mereka akan sangat baik pada bidang tertentu.

Anda tidak hidup selamanya, jadi untuk mendapatkan sesuatu yang besar berarti Anda harus berani untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang bukan fokus Anda. Anda harus memilih, dan fokus. Orang hebat seperti Mark Zuckerberg tidak akan seperti sekarang jika ia menghabiskan waktunya lebih banyak di gym daripada di depan komputer.

Pelajaran terakhir dari The Sims adalah permainan yang mirip dengan kehidupan nyata.

Tidak ada yang dimenangkan dalam permainan The Sims. Semua orang mati. Tidak ada high score. Anda menjalani hidup Anda semau yang Anda inginkan, dan Anda sendiri yang menilai apakah hidup ini sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan atau tidak.

Tapi itu tidak membuat hidup ini sia-sia tanpa arti. Jika Anda ingin hidup Anda bebas dari penyesalan : jagalah kondisi Anda. Fokuskan waktu Anda ke dalam  beberapa skill yang Anda pilih. Dan yang paling penting dari semua : go ahead and click on something.

Sumber : Oliver Emberton, Founder Silktide.  credit:Startupbisnis

Minggu, 23 Desember 2012

CEO Mashable Pete Cashmore

  • Bagaimana dia mengubah sebuah hambatan menjadi kesempatan ?
  •  Mengapa dia begitu terobsesi dengan internet ?
  •  Kebiasaan pemenang seperti apa yang diajarkan oleh ayahnya?
Pete Cashmore adalah founder dari blog teknologi yang berpengaruh, Mashable, Di umurnya yang ke 25 dia sudah mendapatkan banyak penghargaan, dimulai dari Tech Wunderkind hingga salah satu UK’s Briton of the Year 2010. Tetapi penghargaan itu tidak mengesankan baginya. Cashmore melihat bahwa jauh lebih penting untuk bisa mengejar targetnya yang terus bergerak dan bagaimana dia bisa membawa itu semua menuju puncak. Tumbuh di desa kecil Banchory, pinggiran dari Aberdeen, Skotlandia, Saat itu ia hanyalah seorang anak kecil yang berteman dengan internet untuk menemani harinya. Kehilangan banyak teman sekolah SMA yang sudah lulus, dia mendapatkan diploma 2 tahun kemudian, itu menjadi contoh awal kecenderungan dia menjadi sangat persistence. Tertarik dengan web dan kekuatan web untuk men-demokrasi banyak hal, Cashmore memilih keluar dari universitas dan merilis Mashable pada umur 19 tahun. Dia memulai usahanya dengan blog mengenai teknologi yang mendapatkan banyak audience pada tahun 2005. Sekarang perusahaan ini sudah mempunyai 44 karyawan, dengan berkantor di New York dan San Fransisco dan mendatangkan 12,5 juta pengunjung baru setiap bulan.

Cashmore membagikan beberapa tips mengenai caranya mencapai kesuksesan dalam membangun Mashable.

Pencarian Passion

Internet menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari diri saya ketika saya sedang di ranjang beristirahat dan saya merasa saya mendapatkan sesuatu ketika surfing di web. Saya menjalani sebuah operasi pada umur 13 tahun dan akhirnya saya terkena komplikasi, jadi saya keluar masuk rumah sakit dan tidak bisa pergi sekolah. Yang perlu saya garis bawahi adalah sebabnya saya masuk dunia internet dengan begitu kuat adalah karena saya mendapati tantangan kesehatan dan saya tidak bisa melakukan hal lain.

Tantangan terbesar dalam startup

Bukan hanya karena saya tidak mempunyai relasi, saya juga tidak berada di Silicon Valley.  Tetapi saya berpikir dengan perspektif “orang luar” dan itu menjadi keuntungan bagi saya karena ternyata ada banyak orang yang ingin mengetahui mengenai gadget terbaru dan bagaimana menggunakan facebook, twitter, dan teknologi lainnya.

Bagaimana orang tua saya tahu tentang Mashable

Saya selalu mempunyai perasaan apabila saya tetap di rumah saya di Aberdeen Skotlandia, saya tidak berada di tempat saya yang seharusnya, jadi saya berpikir “Mungkin saya akan memberitahukan orang tua saya, jika Mashable benar-benar jadi terkenal ” tetapi saya tidak pernah melakukannya. Setelah satu tahun, orang tua saya mengetahuinya ketika reporter DailyMail mengetuk pintu rumah, menginginkan cerita siapa saya dan dari mana saya berasal.

“Single Obsession”

Hanya hal-hal yang datang melalui internet yang bisa membuat saya tertarik. Saya tidak mempunyai TV atau menonton film. Saya juga tidak terlalu suka masuk TV, saya ingin berpartisipasi saja. Internet merupakan sebuah pengalaman yang engaging. Saya akan merasa frustasi jika saya tidak terlibat di dalamnya. it’s my “single obsession.”

Eksekusi menentukan apakah perusahaanmu menjadi besar atau tidak
Eksekusi benar-benar merupakan hal yang berpengaruh apakah perusahaan Anda akan menjadi perusahaan besar atau tidak. Saya orang yang sangat kreatif dan seringkali berpikir tidak berurutan, tetapi Anda kadang juga harus mengetahui bahwa banyak orang memulai dengan hal yang menyenangkan dan mereka ingin “menguasai” dunia, tetapi yang sesungguhnya dilakukan oleh orang yang sudah “menguasai dunia” adalah, mereka memiliki sebuah rencana yang bagus dan langkah-langkah untuk menuju ke sana

Tentang bagaimana menjadi bos

Yang perlu dipelajari adalah bagaimana mencari passion seseorang dan bagaimana membantu mereka menyadarinya. Anda tidak akan mendapatkan hasil kerja terbaik dari seseorang jika Anda membimbing mereka dibandingkan dengan mereka membimbing diri mereka sendiri

Loyalitas
Loyalitas sangatlah penting. Terdapat dasar yang kuat dalam organisasi apabila orang bisa merasa nyaman karena kita mempunyai hubungan personal dengan orang – orang kunci dan mereka selalu merasa bersama dengan kita apapun yang mereka lakukan.

Sumber berita favorit

Trendwatching.com. setiap bulan terdapat artikel mengenai tren apa saja yang akan datang dan advice tentang hal-hal yang harus difokuskan oleh bisnis. Saya membaca setiap kata sebanyak ratusan kali. Saya suka dengan pemikiran mengenai gambaran besar.

Tiga orang yang ingin saya ajak makan malam bersama

Richard Branson, Albert Einstein, orang yang sedikit eksentrik – dan eksentrik itu bagus – dan Bono (pemimpin U2) karena kesadaran yang mereka berikan pada hal – hal sosial. Banyak hal yang bisa kami lakukan bersama. Dia akan menjadi channel sosial yang luar biasa.

Memulai sejak muda

Saya menyembunyikan umur saya dalam beberapa tahun. Saya tidak melihat itu sebagai hal positif. Saya bekerja secara remote, jadi saya tidak perlu memberitahukan orang lain tentang umur saya. Saya berusaha terlihat lebih tua.  Saya hanya ingin dinilai secara adil.

Tips untuk pengusaha muda

Entrepreneur muda seringkali naif menghadapi tantangan bisnisnya, tetapi hal ini ada untungnya, orang lain melihat tantangan ini tidak mungkin dihadapi, tetapi entrepreneur muda yang naif justru bisa membangun sesuatu dengan cara yang totally berbeda.

Pelajaran dari Ayah


Ayah saya adalah pekerja keras dan fokus pada pekerjaannya dan hal ini menurun pada saya. Ia sering bertanya pada saya tentang apa yang saya lakukan dan hasil apa yang saya dapatkan. Tetapi sekarang, dia berubah. Dia sering mengatakan “Jangan terlalu banyak bekerja, istirahatlah, kamu kan selalu bekerja keras.”

DannyBaskara Founder DiskonEvoucher

Di suatu masa di negeri antah berantah ada beberapa Raksasa Besar dan kuat sedang bertarung memperebutkan Sepotong kue yang terkenal Sangat Lezat di mana saking lezatnya kue tersebut, raksasa tersebut rela bertarung bersimpah darah , namun karena pertarungan raksasa yang begitu sengit bukannya kenyang karena makan kue yang lezat tersebut namun kue tersebut menjadi hancur berantakan menjadi beberapa remahan remahan kecil. Tidak lama kemudian seekor tikus kecil mengambil dan memakan potongan2 Kue lezat tersebut sampai kenyang  ..Raja tikus tahu bahwa ia tidak akan mampu bersaing dengan para raksasa tersebut, jadi daripada ia bertarung melawan raksasa akhirnya si tikus tersebut fokus dengan potongan kue tersebut.

Potongan cerita ini saya dapatkan dari Danny Baskara founder Evoucher dan Sehatcantik, ketika saya mengunjungi kantor evoucher.co.id.

Memang banyak orang yang tidak begitu mengetahui tentang Evoucher.co.id, situs top 3 daily deals indonesia  ternyata bertumbuh tanpa investasi dari investor dan zero dalam online marketing budget. salah satu Rahasianya adalah asset social media berupa banyak akun twitter dengan bermacam-macam niche yang totalnya mencapai lebih dari 2,5 juta followers.

 Jadi awalnya evoucher ini dibangun dengan modal yang sangat minim dari 1 kamar kosong di apartemen  berukuran 2×3 m lalu pada tahun 2010 akhirnya karena tim dan staff  namun ternyata animo customer makin besar sehingga memaksa kami setiap hari melayani customer yang datang dan produk-produk yang dikirim setiap harinya membuat kami di usir oleh kepala lingkungan :D dan pengelola karena aktivitas yang terlalu ramai di unit kami tersebut.

Akhirnya mulai maret 2012 kami pun memutuskan untuk pindah di senayan trade center di kantor yang sederhana ini

Berapa jumlah deal di Evoucher sekarang ?

Saat ini memang  setiap hari kita ada sekitar 3-5 Promo baru jadi dalam sebulan ada sekitar 140 deal baru dan untuk Transaksi kita dibagi menjadi voucher dan produk untuk voucher memang customer bisa mendownload sendiri namun untuk pengiriman produk selain memiliki kurir sendiri , kita juga bekerja sama dengan pihak JNE jadi setiap hari pihak jne datang ke kantor evoucher mengambil produk yang akan kita kirim kepada customer , produk yang dikirimkan setiap hari ada sekitar 500 produk, dan untuk jabotabek kita menggunakan kurir dari kita sendiri

Seperti apa kerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation ?

Untuk program CSR kita bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation jadi disini kita mengajak banyak unit bisnis untuk menyisihkan keuntungan mereka melalui voucher dan produk yang terjual di website kami

Bagaimana bisa survive dan profit hingga hari ini ?

Memang Biaya untuk Online Marketing ini merupakan sebuah hal yang memakan budget sangat tinggi terutama jika kita terjun dalam bisnis e-commerce, selain untuk mendidik pasar , awareness dan juga dalam hal customer aquisition karena memang budjet sangat terbatas ya kita dari tim evoucher fokus pada goal dan hasilnya itu yaitu bagaimana mendapatkan  awareness dari customer dan customer acquisition dengan media online dan pendekatan yang kita utamakan adalah melalui social media.

Jadi memang selama 2 tahun ini kita belum/tidak mengeluarkan budjet dalam iklan adwords dan facebook ads dll seperti yang dilakukan pemain lainnya ya bukan karena pelit tapi memang karena memang kita lebih fokus untuk mendapatkan profit dan menerapkan strategi marketing yang low cost tetapi bisa mendapatkan hasil yang bagus terutama dalam sales dan costumer aquitition

Untuk membangun bisnis internet apa saja yang diperlukan?

Pertama, kita perlu membangun produk. Kedua itu channel. Untuk produk, kita harus cari produk yang spesifik ya. Misalnya kita mau main di alat-alat kesehatan. Berarti ya kita telusuri deh. Kita cari produk yang bagus, memang bener-bener produk yang bisa solve the problem. Kalau produknya tidak bagus, kita mungkin bisa jual tapi repeatnya nggak ada. Jadi misalnya kalau produk nggak bagus itu hari ini ada yang beli tapi besok nggak ada yang beli. Begitu. Jadi produknya harus bagus karena produk di pasaran itu banyak banget.

Kalau 10 tahun yang lalu di kampus-kampus kan orang-orang pada beli produk- produk kecantikan dan kesehatan lewat MLM, nah sekarang beda. Orang pada beli lewat internet. Jadi yang penting adalah kita fokus pada market kita. Jangan ambil semuanya. Kita juga mesti cari supplier yang bagus untuk dapet produk yang bagus. Si supplier ini juga pasti fokus ke bisnisnya, dia nggak mungkin mematikan pasar orang lain. Dia juga pasti mau dapat reseller yang bagus.

Nanti setelah produk bagusnya udah ada, kita bisa mulai bangun channelnya. Cara nyarinya macam-macam yah. Bisa datang ke gathering, nyari lewat internet, dan lain-lain lah. Kalau sudah dapat supllier yang bagus ya hubungi mereka, terus bilang kita mau jual nih produk bapak. Ada harga bagus nggak? Tapi setelah kita minta harga bagus, kita juga harus tawarin benefit apa yang mereka dapet.

Saya lihat banyak orang yang gagal dalam membangun channel. Dia andalkan iklan. Iklan di sana sini nggak mikir. Ada orang yang seharusnya bisa manfaatin internet misalnya, eh tapi dia malah pakai baliho dan segala macam. Kan itu menghabiskan duit saja. Nah, kita harus benar memanfaatkan advertising ini. Advertising bagus untuk  awareness saja, tapi tidak untuk customer acquisition.

Kita ambil contoh. Kita punya channel industri di bidang properti. Nah kita bangun komunitas, bikin blog tentang properti, media sosial, atau konten apapun yang bisa mengikat mereka. Nanti kalau sudah besar kita enak tinggal jual produk ke komunitas atau audience kita. Contohnya Denny Santoso. Yang sudah membangun portal  fitness sejak 2008, dia membuat konten dan pelan-pelan membangun audience, jadi dia tinggal jual produknya di situ.

Terus setelah itu apa?

Kita harus punya list member, calon klien. Kita punya email mereka dan kontak mereka. Kita educate komunitas/audience kita, mereka itu. Kita educate tentang produk kita terus convert hasil edukasi itu untuk menjual produk kita. Jadi ada produk,  bangun channel  lalu komunitas. Tapi kalau bisnis saya sendiri Evoucher, tidak menggunakan komunitas. Karena kan komunitas itu gunanya untuk membantu menjual produk kita. Nah ini nggak cocok sama sistem bisnis aku. Jadi aku nggak bikin komunitas.

Momen apa yang mendorong Danny membangun Evoucher ?

Tahun 2010 kami dirikan evoucher, tapi waktu itu kan orang Indonesia belum teredukasi tentang Daily Deals. Jadi pada tahun itu rugi. Tapi pada tahun 2011, ada something happen di Indonesia. Orang Indonesia sudah mulai paham. Pakar internet juga banyak yang menyampaikan seperti Andi S Budiman bahwa tren belanja online ini dimulai dari Daily Deals.

Jadi mereka mencoba belanja dari internet.  Rp5.000, 10.000, 20.000 eh ternyata bisa. Setelah mereka lihat, “Wah bisa nih ternyata belanja pake voucher gini” akhirnya tumbuh trust. Nah jadi booming deh voucher di online. Memang masih banyak masalah, tapi di sini kita sudah punya satu hal yang bagus, yakni pelanggan sudah mulai trust.

Saya coba untuk menawarkan produk dan petakan behaviour costumer seperti apa. Nah dari situ sudah mulai sales. Terus saya mulai barter sama pedagang (merchant), barang dibarter dengan service social media, jadi saya bisa dapat margin 100% pada masa-masa tahun 2011. Tahun 2012 ini kan pedagang sudah mulai banyak, list email sudah mulai banyak, marginnya sudah mulai dapat. Kita dapet margin dari memberikan service untuk pedagang. Misalnya si pedagang ini mau promosi di email atau social media ya kita bantu. Jadi kita berusaha menawarkan solusi all in one buat si pedagang. Tahun ini game nya berubah. Tahun 2012 kita sudah bisa dapet margin dari ecommerce. Kita mulai ada produk travel, voucher makanan, dan lain lain.

Jumlah karyawan berapa?

Karyawan sih masih 15 orang. Soalnya pedagang /merchant sudah datang sendiri. Sales juga cuma 4 orang. Kita memang perusahaan yang tidak menerima investment. Jadi karyawannya sedikit. Saya memberikan gaji  bukan dari duit saya, tetapi memang benar-benar dari uang perusahaan. Perusahaan saya memang tidak besar. Tetapi ke depannya pasti akan membesar.

Kenapa masuk ke industri kecantikan (sehatcantik.co.id)?

Mantan pacar saya yang sekarang jadi istri saya kan expert di bidang kecantikan. Saya lihat industri kecantikan tuh tidak pernah mati. Saya sering tanya-tanya ke istri. Dari zaman dulu para ratu kan ingin  cantik, ternyata sampai sekarang juga tidak berubah, para perempuan tetap ingin cantik.

Awalnya sih dari twitter aja. Saya lihat animonya bagus. Lalu saya alihkan follower Twitter ke list email, lalu buat konten. Tujuannya apa membuat konten? Sebenarnya tujuannya menjual, tapi ya jangan menjual saja, tetapi juga educate.

Follower @sehatcantik berapa?
200.000-an. Kalo untuk bisnis kecantikan, followers kami yang terbesar se-Indonesia  (saat tulisan ini diturunkan, followers @sehatcantik sudah 235.813 akun red).

Membangun bisnis kan perlu  proses ya, ada saatnya kita buat salah . Mungkin sempat berguru ke yang salah juga. Gimana pengalamannya?

Pada masa dulu itu para pebisnis one man show. Dan tidak ada capital besar yang masuk di ecommerce. Pada masa sekarang, pesaing sudah banyak yang besar. Jadi kita harus punya tim yang walaupun kecil tapi efektif. Tidak masalah besar atau kecil. Karena tim sebenarnya seperti kekuatan mata rantai. Sinergi tim itu penting.

Marketnya dari mana?

Kalau dulu sih kebanyakan memang dari luar negeri. Tapi sekarang Indonesia juga sudah bagus kok. Cuma kadang kebiasaan membayarnya aja yang masih manual, lewat bank. Kalau di luar negeri kan enak sudah teredukasi. Kalo di Indonesia mungkin masih butuh beberapa tahun lagi, tapi pasarnya besar sekali . Makanya itu yang membuat saya pindah ke niche market ini.

Hal menarik apa yang bisa jadi pembelajaran dari memiliki media sendiri ? (@sehatcantik dengan 200,000+ dan @kata2bijak dengan 800,000+ followers)

Saya bisa tahu channel baru. Saya juga bisa tahu ada tren di pasar. Bisa tes produk gitu pake channel saya. Kalo tes marketnya di sini bagus ya berarti bagus gitu pasarnya.

Ada tips-tips untuk ngetwit nggak?

Tergantung jenis tweetnya ya. Kamu mau buat akun media atau figur personal? Kalo arahnya ke media kamu tweetnya konsisten. Kalo kamu posisinya personal kamu fleksibel. Kalo posisi awalnya media, kalo kamu ngetweet iklan orang nggak akan marah. Jadi, kalau iklannya banyak orang malah akan mikir, “Wah ini medianya laku nih”. Karena bagi saya kalau advertising nya mahal kita bikin media sendiri aja.

Gambaran hari dan jam ngetweet gimana?

Hari minggu paling sepi. Kalo jam sih mulai ramai dari jam 5, tapi yang ramai banget jam 8 mulainya (jam 20.00 red). Kalo di twitter saya kata bijak ramainya jam 5-7 pagi. Kan banyak follower saya yang muslim. Mereka pada bangun subuh dan mulai siap siap kerja. Ada juga jam 8 malam mulai ramai lagi tapi orang-orangnya beda. Biasanya kalo yang ramainya jam 8 malam itu yang anak muda. Kalo yang ramainya subuh itu orang orang yang sudah punya istri. Karena orang yang udah punya keluarga nggak mungkin twitteran jam 8 kan. Mereka ngurusin keluarga dan ngelonin istri mereka. Tergantung mau pake market yang mana nih? Beda.

Kalau jam kantor?

Kalau makan siang sih agak ramai. Ramainya sebelum masuk kantor jam 7-an gitu. Terus ada juga jam 5 sore biasanya ramai. Pas orang pulang di angkutan umum.

Banyak tweet berbayar yang ramai di sabtu malam minggu itu kenapa ya?


Itu karena marketnya anak muda jomblo. Kelihatannya rame padahal sih tergantung sasarannya. Marketnya siapa gitu.

Ada advice untuk teman-teman yang akan terjun ke entrepreneurship ?

Kalau bisa sih kamu harus punya passion di sini (ecommerce). Karena gak gampang bisnis online ini. Perlu tahan banting. Penting untuk fleksibel supaya make money. Jangan textbook gitu. Ini bisa dibilang permainan jadi fleksibel. Kalau ini basket, ini street basketball. Jadi nggak ada wasitnya. Tujuannya masukin bola, nah caranya gimana terserah, fleksibel aja.

Saya lihat banyak sekali entreprenur yang terkadang takut untuk memulai terutama karena kurangnya modal , tidak perlu rendah diri ataupun berkecil hati.

Ingatlah seperti permainan catur , dalam permainan catur ada kuda, menteri , benteng dan pion(prajurit), mungkin sekarang posisi kita seperti pion yang sangat lemah , tetapi jika kita pantang menyerah pion dan dimainkan dengan strategi yang tepat.

Pion tersebut bisa berubah menjadi sebuah Menteri jika dia terus melangkah dan berhasil tiba di bidak berikutnya.

Saya pernah mendengar cerita tentang “pria yang menyebrang sungai penuh buaya” dari kamu, bisa diceritakan lagi ?

Saya suka memasukkan unsur kepepet.

Suatu hari ada sebuah kompetisi yang hadiahnya menikahi putri raja. Kamu harus menyeberang sungai yang ada buayanya.

Tidak ada orang yang berani.

Tiba-tiba ada orang yang nyebur ke sungai dan langsung berenang dengan sangat cepat. Sampai di ujung sungai, orang-orang tepuk tangan kagum.

Tapi lalu dia teriak, “siapa tadi yang dorong saya???”

Hal itu perlu juga di entrepreneurship. Jadi kadang kita perlu langsung nyebur. Lalu, saat kita masuk ke sungai penuh buaya itu kita harus maju terus. Harus survive. Hajar buayanya. Terjun aja langsung dan fleksibel aja. Ntar pasti kita bisa survive kok. Kalo dipikirin aja ya nggak mungkin maju.

startupbisnis

Senin, 17 Desember 2012

Andrew Mason, Founder Groupon Tentang Bagaimana Menjadi Kaya

Founder dan juga CEO Groupon, Andrew Mason mengungkapkan enam tips darinya untuk menciptakan sebuah startup yang sukses, atau dalam kata yang disebutkan Andrew, “polishing your turds and getting super rich”  alias  ”poleslah kotoran Anda dan menjadi kaya”,  pada sebuah event oleh YCombinator’s Startup School di Universitas Stanford.

Groupon adalah salah satu startup yang paling hot di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, Groupon telah menciptakan fenomena di dunia dengan konsep collective group buying, bertumbuh dengan 1.600 karyawan dan meningkatkan nilai jual Groupon menjadi lebih dari 1 Milliar US dolar, seakan Groupon dan timnya memang ditakdirkan untuk menjadi sedemikian hebat.

Kenyataannya, perjalanan yang ditempuh menuju kesuksesan Groupon mengalami banyak rintangan dan kesalahan. Andrew juga mengungkapkan cerita Groupon bertumbuh sebagai perusahaan gagal yang berusaha melakukan terlalu banyak hal dalam satu waktu.

Pada tahun 2007, Andrew memulai sebuah perusahaan yang bernama ThePoint, sebuah platform yang memungkinkan user untuk membuat kampanye untuk mengumpulkan donasi. Disini Anda berjanji untuk menaruh uang Anda dan menyiapkan kartu kredit Anda, namun Anda tidak memberikan donasi tersebut sampai Anda menyentuh “tipping point” suatu titik dimana sejumlah orang bergabung dalam kampanye tersebut atau suatu jumlah finansial tertentu.
Andrew menyukai visi yang melatar-belakangi ThePoint, yang mana menjadi suatu penyelesaian masalah yang melibatkan aksi kolektif atau sekelompok orang. Dia pikir platform seperti ini memampukan orang-orang untuk melakukan perubahan nyata yang hanya dapat terjadi dengan aksi kolektif yang salah satunya dengan membuat kampanye amal.

Untuk mencoba membuktikan kekuatan potensial dari ThePoint, Andrew memulai sebuah blog kecil-kecilan di WordPress yang bernama “Groupon” pada musim gugur tahun 2008, dengan didukung oleh sebuah widget dari ThePoint yang menyediakan penawaran setiap harinya. Pada musim panas 2009, Groupon justru secara signifikan menyita waktu dan sumberdaya lebih banyak daripada ThePoint.

Sementara ThePoint tidak mendapatkan momentumnya, Groupon justru terus meroket. Sesungguhnya apa yang terjadi? Andrew memiliki 6 (enam) alasan mengapa Groupon sukses dan ThePoint sebaliknya. Dan yang lebih penting, keenam poin ini adalah nasihat dari Andrew yang dapat menginspirasi entrepreneur yang sedang mencoba membangun bisnis.

  1. Anda sedang membangun sebuah alat, bukan suatu karya seni. Andrew menyarankan agar Anda tidak buta oleh visi, seperti yang ia lakukan dengan ThePoint. Groupon telah melakukan kebalikannya secara keseluruhan, sangat fokus untuk mendapatkan pelanggan sejak detik pertamanya.
  2. Pahami batasan diri Anda, namun cobalah menerobosnya.
  3. Anda harus meiliki rencana untuk terus bertumbuh.
  4. Tools atau alat yang terbaik tidak selalu terlihat cool. Groupon memilih e-mail karena sederhana dan bersifat universal (mendunia).
  5. Anda mungkin gagal, namun Andrew menyarankan Anda untuk memiliki ketakutan akan kegagalan tersebut di pikiran Anda karena hal itu akan membantu Anda menghadapi kenyataan dan memoles keputusan Anda dalam membangun produk yang layak dijual ke pasar.
  6. Tahu kapan Anda harus berhenti. Terkadang Anda harus melepaskan ide yang buruk.

Mashable

Rabu, 07 November 2012

Rencana Sukses Itu Harus di Raih

Banyak orang yang hidup di masa sekarang dan memiliki impian di masa depan, pastinya Anda harus mempunyai perencanaan dalam berbagai aspek kehidupan. Ada beberapa faktor mendasar yang menyebabkan seseorang menjalani hidup tanpa perencanaan.

Faktor pertama adalah tidak adanya keluarga atau figur yang diteladani. Apabila seseorang melihat ayah atau ibunya (bahkan saudara-saudaranya) hanya sekedar menjalani hidup tanpa pernah membuat perencanaan.

Pada akhirnya ia nanti akan terkondisikan hanya menjalani hidup biasa-biasa saja. Tapi terasa beda jika ia memiliki orangtua atau saudata yang mempunyai perencanaan dengan matang dan rapi.

Dengan sendirinya ia akan mulai membuat perencanaan untuk memastikan agar perkembangan yang diharapkan dapat tercapai di waktu-waktu mendatang.

Faktor kedua adalah komunitas (orang-orang yang memberi pengaruh di sekitar kita). Jika seseorang bergaul dengan orang-orang yang hanya menjalani hidup belaka, tanpa disadari pola pikir, filosofi dan cara hidup dari orang-orang di sekelilingnya biasanya akan mulai mempengaruhi orang yang bersangkutan.

Itu sebabnya, sangat penting untuk memperhatikan dengan siapa kita bergaul, karena jika kita sungguh-sungguh ingin meraih kesuksesan, perencanaan adalah sesuatu yang sifatnya wajib. Apabila kita rela bersusah-payah membangun dan merencanakan hidup kita pada saat ini, di kemudian hari kita justru akan menikmati seluruh usaha dan kerja keras. Karena itu, pastikan Anda terus belajar untuk membuat perencanaan dalam setiap aspek kehidupan dengan teratur dan rapi. Anda tidak akan pernah menyesali rancangan tersebut.

Faktor ketiga adalah faktor mentalitas. Mereka yang memiliki keluarga atau bergaul dengan orang-orang yang hanya sekedar menjalani hidup, tanpa sadar akan memiliki konsep pikir, pola hidup, filosofi dan mentalitas sebagai seorang survivor belaka. Dengan kata lain, keinginan dan mentalitas untuk meraih sesuatu tidak ada lagi dalam diri mereka. Orang-orang seperti ini tidak akan bisa hidup di tengah tekanan dan berbagai tantangan.

Orang seperti ini biasanya mudah sekali menjadi down, karena -di sisi lain- tidak ada orang yang tidak ingin menjadi lebih baik. Masalahnya, menjadi lebih baik dalam hidup ini tidak akan terjadi dalam sekejap mata. Dibutuhkan usaha, disiplin diri, kerja keras serta perencanaan yang harus dijalani dengan baik dan konsisten.

Faktor keempat adalah kondisi hati, faktor ini merupakan yang sangat penting. Bagi orang-orang tertentu yang pernah membuat perencanaan dan mengalami kegagalan, trauma dan kefrustrasian dapat menjadi sebuah penghalang.

Selama kondisi hati seperti ini tidak ditanggulangi, biasanya orang-orang tersebut tanpa sadar akan terkondisikan untuk hanya menjalani hidup sebagaimana adanya. Kalaupun ada orang lain yang berusaha untuk memacu dirinya, ia akan cenderung untuk terus mengingat kembali kegagalannya di masa lalu, sehingga ia tidak memiliki daya dorong yang dibutuhkan untuk mengambil langkah baru. Seandainya orang yang bersangkutan mau menanggulangi kefrustrasian, trauma dan perasaan gagal yang selama ini menguasainya, ia akan bisa membuat perencanaan bagi hidupnya, sehingga pada akhirnya ia dapat menjadi bagian dari orang-orang sukses.

Sebenarnya, ada banyak orang yang memiliki kemampuan yang cukup baik untuk membuat perencanaan. Sayangnya, kemampuan merencana yang baik itu tidak didukung oleh drive atau daya dorong untuk mewujudkan rencana tersebut, sehingga pada akhirnya rencana hanya tinggal rencana. Seringkali penyebabnya adalah karena orang yang bersangkutan cenderung memiliki mentalitas yang menginginkan segala sesuatunya sudah tersedia sehingga ia tinggal melangkah.

Orang yang memiliki mentalitas ‘cari gampang' seperti ini tidak mau mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan kapasitasnya. Kalaupun ia berusaha, ia ingin langsung melihat hasil usahanya pada hari yang sama. Sebagai akibatnya, jika ia tidak mendapati hasil yang diharapkan, apa yang sudah ia rencanakan hanya akan tertinggal di atas kertas belaka - tidak terwujud dalam tindakan nyata.

ciputraentrepreneurship

Minggu, 04 November 2012

Pelajaran Emas Untuk Sukses dari Steve Jobs

Prestasi dan membantu menentukan karakter generasi dan mengubah dunia. Dia adalah pendiri perusahaan dongeng sekarang kita kenal sebagai Apple Computers. Dan dia adalah visioner dunia komputer pribadi yang memimpin seluruh perangkat keras komputer dan industri perangkat lunak untuk merestrukturisasi dirinya sendiri. Orang dengan energi tak terbatas dan karisma juga master hype, hiperbola dan frase menarik. Dan bahkan ketika dia mencoba bicara normal, verbiage brilian datang berhamburan keluar.Berikut pilihan dari beberapa hal yang paling gila yang hebat katanya, pelajaran emas untuk membantu Anda sukses dalam hidup, Gaya Steve Jobs:

 
1. Steve Jobs :

"Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut. "
Inovasi tidak memiliki batas. Batas hanya imajinasi Anda. Sudah waktunya bagi Anda untuk mulai berpikir keluar dari kotak. Jika Anda terlibat dalam industri yang berkembang, memikirkan cara untuk menjadi lebih efisien, pelanggan lebih ramah, dan lebih mudah untuk melakukan bisnis dengan. Jika Anda terlibat dalam industri menyusut - keluar dari itu cepat dan perubahan sebelum Anda menjadi usang, keluar dari pekerjaan, atau keluar dari bisnis. Dan ingat bahwa penundaan adalah bukan pilihan di sini. Mulailah berinovasi sekarang!

2. Steve Jobs :

"Jadilah tolok ukur kualitas. Beberapa orang tidak digunakan untuk suatu lingkungan di mana keunggulan yang diharapkan. "
Tidak ada jalan pintas untuk keunggulan. Anda harus membuat komitmen untuk membuat keunggulan prioritas Anda. Gunakan bakat Anda, kemampuan, dan keterampilan dalam cara yang terbaik dan maju dari orang lain dengan memberikan yang sedikit tambahan. Hidup dengan standar yang lebih tinggi dan membayar perhatian ke rincian yang benar-benar membuat perbedaan. Keunggulan tidak sulit - hanya memutuskan sekarang untuk mencobanya terbaik Anda - dan Anda akan kagum dengan apa yang diberikan kehidupan kembali.

3. Steve Jobs :

"Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda memiliki belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menetap. Seperti dengan semua masalah hati, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya. "
Aku punya itu ke empat kata: "Lakukan apa yang Anda cintai." Carilah suatu pekerjaan yang memberikan Anda rasa makna, arah dan kepuasan dalam hidup. Memiliki rasa tujuan dan berjuang menuju tujuan memberi makna kehidupan, arah dan kepuasan. Ini tidak hanya memberikan kontribusi untuk kesehatan dan umur panjang, tetapi juga membuat Anda merasa lebih baik dalam masa sulit. Apakah Anda melompat dari tempat tidur pada pagi hari Senin dan berharap untuk minggu kerja? Jika jawabannya adalah 'tidak' terus mencari, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya.

4. Steve Jobs :

"Anda tahu, kita tidak tumbuh sebagian besar makanan yang kita makan. Kami memakai pakaian orang lain membuat. Kami berbicara bahasa yang orang lain dikembangkan. Kami menggunakan matematika yang orang lain berkembang ... Maksudku, kita terus-menerus mengambil hal-hal. Rasanya, indah senang untuk menciptakan sesuatu yang menempatkan kembali di kolam pengalaman manusia dan pengetahuan."
Hidup dalam cara yang etis bertanggung jawab. Cobalah untuk membuat perbedaan di dunia ini dan berkontribusi untuk kebaikan yang lebih tinggi. Anda akan menemukan memberi arti lebih untuk hidup Anda dan itu bagus untuk obat penawar kebosanan. Selalu ada begitu banyak yang harus dilakukan. Dan berbicara dengan orang lain tentang apa yang Anda lakukan. Jangan berkhotbah atau merasa benar sendiri, atau fanatik tentang hal itu, yang hanya menempatkan orang off, tapi pada saat yang sama, jangan malu teladan, dan menggunakan kesempatan yang muncul untuk membiarkan orang lain tahu apa yang Anda lakukan .

5. Steve Jobs :

"Ada sebuah ungkapan dalam Buddhisme, 'pikiran Pemula." Ini bagus untuk memiliki pikiran pemula. "
Ini adalah jenis pikiran yang dapat melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, yang langkah demi langkah dan dalam sekejap dapat mewujudkan sifat asli dari segala sesuatu. Pikiran pemula adalah latihan Zen dalam tindakan. Ini adalah pikiran yang tidak bersalah atas prasangka dan, harapan penilaian dan prasangka. Pikirkan pikiran pemula sebagai pikiran yang menghadapi hidup seperti anak kecil, penuh rasa ingin tahu dan bertanya-tanya dan takjub.

6. Steve Jobs :

"Kami pikir pada dasarnya Anda menonton televisi untuk mengubah otak Anda pergi, dan Anda bekerja di komputer Anda bila Anda ingin mengaktifkan otak Anda. "
Rim studi akademis selama beberapa dekade telah cukup mengkonfirmasi pengaruh televisi merusak mental dan moral. Dan pengamat TV yang paling tahu bahwa kebiasaan mereka mematikan pikiran dan boros, tapi masih menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan kotak itu. Maka berpalinglah TV Anda off dan menyimpan beberapa sel-sel otak. Tapi berhati-hati, Anda dapat mengaktifkan otak Anda off dengan menggunakan komputer juga. Coba dan memiliki percakapan cerdas dengan seseorang yang memainkan penembak orang pertama selama 8 jam sehari. Atau permainan balap mobil, atau peran-bermain game.

7. Steve Jobs :

"Saya orang yang saya tahu itu kehilangan seperempat miliar dolar dalam satu tahun .... Ini sangat karakter bangunan. "
Jangan menyamakan membuat kesalahan dengan menjadi kesalahan. Tidak ada hal seperti orang sukses yang tidak gagal atau membuat kesalahan, ada orang-orang sukses yang membuat kesalahan dan mengubah hidup mereka atau kinerja dalam menanggapi mereka, sehingga sudah benar waktu berikutnya. Mereka dipandang sebagai peringatan kesalahan daripada tanda-tanda ketidakmampuan harapan. Jangan pernah membuat kesalahan berarti tidak menjalani hidup dengan penuh.

8. Steve Jobs :

"Saya akan perdagangan semua teknologi saya untuk sore dengan Socrates. "
Selama dekade terakhir, banyak buku yang menampilkan tokoh-tokoh sejarah pelajaran dari telah muncul di rak-rak toko buku di seluruh dunia. Dan Socrates berdiri dengan Leonardo da Vinci, Copernicus Nicholas, Charles Darwin dan Albert Einstein sebagai mercusuar inspirasi bagi pemikir mandiri. Tapi dia datang lebih dulu. Cicero mengatakan bahwa Socrates, "disebut filsafat Dia turun dari langit dan ke dalam kehidupan manusia." Jadi gunakan prinsip-prinsip Sokrates dalam kehidupan Anda, pekerjaan Anda, belajar Anda, dan hubungan Anda. Ini bukan tentang Socrates, itu benar-benar tentang Anda, dan bagaimana Anda dapat membawa lebih banyak kebenaran, keindahan dan kebaikan ke dalam hidup Anda sehari-hari.

9. Steve Jobs :

"Kami di sini untuk menempatkan penyok di alam semesta. Kalau tidak mengapa lain bahkan berada di sini? "
Apakah Anda tahu bahwa Anda memiliki hal-hal besar untuk capai dalam hidup? Dan tahukah Anda bahwa hal-hal besar semakin agak berdebu saat Anda tuangkan sendiri secangkir kopi, dan memutuskan untuk memikirkan hal-hal yang lebih daripada melakukan mereka? Kami semua lahir dengan hadiah untuk diberikan dalam kehidupan, salah satu yang menginformasikan semua, kami kepentingan keinginan, nafsu dan keingintahuan. Karunia ini, pada kenyataannya, tujuan kita. Dan Anda tidak perlu izin untuk memutuskan tujuan Anda sendiri. Tidak ada bos, guru, orangtua, pendeta atau otoritas lainnya dapat memutuskan ini untuk Anda. Hanya menemukan bahwa tujuan yang unik.

10. Steve Jobs :

"Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma - yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara pendapat lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi. Entah bagaimana mereka sudah tahu apa yang Anda benar-benar ingin menjadi. Segala sesuatu yang lain adalah sekunder. "

Apakah Anda lelah hidup mimpi orang lain? Tidak diragukan lagi, Anda hidup dan Anda berhak untuk menghabiskan dengan cara individu Anda sendiri tanpa rintangan atau hambatan dari orang lain. Berikan diri Anda kesempatan untuk memelihara kualitas kreatif Anda dalam iklim ketakutan bebas dan tekanan-bebas. Menjalani hidup yang ANDA memilih dan menjadi bos sendiri.
Setiap pelajaran mungkin akan sulit untuk mengintegrasikan ke dalam hidup Anda pada awalnya, tetapi jika Anda mudah cara Anda menjadi setiap pelajaran, satu per satu, Anda akan melihat perbaikan langsung dalam kinerja Anda secara keseluruhan. Jadi silakan, memberi mereka mencoba.


"Few men have changed our everyday world of work, leisure, and human communication in the way that Apple founder, Steve Jobs, has done"

Rabu, 22 Februari 2012

Percayai Inovasi Anda

Banyak inovator mengalami krisis kepercayaan diri. Para pakar menggoyahkan asumsi dasar Anda selama ini. Anda tak bisa melakukan validasi permintaan pasar, atau diskusi dengan mitra potensial menemui kebuntuan.

Jika salah satu atau beberapa hal demikian terjadi pada bisnis Anda, teguhlah dalam keyakinan Anda. Percayalah intuisi Anda bahwa Anda menuju sebuah ide cemerlang dan terus bergerak maju untuk menguji asumsi-asumsi dalam benak Anda.

Analisis hanya bisa menunjukkan banyak data dan fakta. Anda tak bisa yakin bahwa ide Anda buruk atau gagal hingga Anda menjalankannya di dunia nyata.

Keluarlah dari kantor dan wujudkanlah ide Anda dalam kehidupan nyata. Akan tetapi penting untuk tidak memelihara kepercayaan yang membabi buta pada sesuatu termasuk pada ide inovatif Anda.

Caranya? Dengan melakukan penelitian dan survei mengenai inovasi lain dan pahami pola apakah yang menunjukkan keberhasilan sesuatu dan apa yang menunjukkan kegagalan.

*) Diadaptasi dari “A Few Idea for Beleaguered Innovators” oleh Scott Anthony

The Carrot, the Egg and the Coffee Bean | Hidup adalah Pilihan

Sebuah cerita memotivasi perbandingan antara wortel, telur dan biji kopi .. Sebuah analogi antara bagaimana biji kopi bertahan hidup dalam air mendidih dan bagaimana kita harus berusaha di tengah-tengah kesulitan dalam hidup kita ..

Alkisah, ada seorang pemuda yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya menderita dan ia tidak tahu jalan keluarnya. Ia lelah berjuang dan bergumul sepanjang waktu. 
 
Kebetulan ayahnya adalah seorang juru masak. Sang ayah membawa putranya itu ke dapur. "Ayah, aku bukan mau belajar memasak. Kenapa ayah membawaku ke dapur?" keluh putranya.
"Anakku, perhatikan saja yang ayah kerjakan", katanya sambil menuangkan air ke dalam tiga panci berbeda, dan mendidihkannya. Setelah mendidih, dimasukkannya wortel ke dalam panci pertama, telur ke panci kedua, dan biji kopi ke panci ketiga. Kira-kira 20 menit kemudian, dengan hati-hati, sang ayah menuangkan wortel di panci pertama ke sebuah mangkok yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Lalu, telur ditaruh di mangkok lain dan air biji kopi dituangkannya ke dalam sebuah gelas.
"Nah. Kamu lihat tadi. Tiga benda, wortel-telur-biji kopi, sama-sama dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Apa yang terjadi? Respons setiap benda ternyata tidak sama. Pertama, wortel; sebelumnya keras kan? Tetapi setelah dimasukkan ke dalam air mendidih, lama-kelamaan berubah menjadi lunak. Kedua, telur; karena ada dalam kondisi air mendidih, cairan dalam telur yang terlindungi cangkang tipis, akan mengeras. Ketiga, biji kopi; ia perlahan mengubah kualitas air dan menciptakan sesuatu yang baru dengan cara melebur menjadi satu dengan sifat air itu. Selain itu, ia menaburkan wangi semerbak ke sekitarnya.
"Wortel, telur dan biji kopi diibaratkan sebagai tiga macam reaksi manusia terhadap rintangan dan halangan yang harus dihadapinya. Seperti wortel, saat menemui rintangan, perlahan tapi pasti ia akan melemah dan akhirnya tak berdaya. Sedangkan telur, saat menghadapi halangan, akan berubah menjadi pribadi yang keras, kuat, dan tangguh. Lebih hebatnya lagi, seperti biji kopi, dia mampu melebur dan bahkan menyebarkan bau wangi berupa kebaikan dan kedermawanan kepada orang-orang di sekitar pada situasi sesulit apa pun.
"Karena itu, Nak, dalam menjalani hidup ini, tidak peduli menghadapi rintangan atau halangan apa pun, jangan pernah mengeluh dan bersedih. Coba pikirkan kembali tiga benda ini. Kamu bisa menjadi wortel, telur, atau biji kopi. Pilihan ada di tanganmu."
Netter yang Luar Biasa,
Kita tahu, sebuah masalah tidak akan selesai dengan bersedih hati dan berkeluh kesah terus-menerus.
Karena sejatinya, hidup adalah akumulasi dari keputusan-keputusan kecil yang kita buat setiap waktu. Apapun pilihan keputusan kita, akan menentukan sukses atau gagal di kemudian hari. Karenanya, mari kita pastikan, terus belajar dan berjuang agar bijak dalam menentukan pilihan yang kita putuskan serta mampu membawa kebaikan bagi diri sendiri dan sesama.
Kalau kita bisa memilih bahwa hidup ini adalah perjuangan, kita akan optimis menyiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi apa pun, untuk menciptakan sukses di kemudian hari.

Source: Andrie Wongso

Memotivasi Diri

Apakah Anda merasa kesulitan untuk mencapai tujuan hidup Anda, bahkan saat Anda tahu tujuan itu sangat berharga? Mungkin  Anda sudah mencoba mendorong diri sendiri untuk maju dengan segala daya upaya, tetapi belum tercapai pula.

Alih-alih menggunakan kekuatan keinginan, Anda butuh motivasi dari diri sendiri. Dengan begitu, Anda tidak akan kehabisan energi dan Anda mungkin akan merasa menikmati kehidupan dengan lebih baik lagi.

Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk memotivasi diri sendiri:

Sisihkan waktu untuk hal yang Anda sukai

Jika Anda bisa memilih hal-hal yang Anda akan lakukan, entah itu pekerjaan yang akan Anda lakukan atau jurusan yang akan Anda ambil di perguruan tinggi, pilihlah sesuatu yang akan Anda sukai dan nikmati. Dengan memilih pekerjaan yang memberi gaji lebih tinggi atau sebuah jurusan yang terdengar lebih bergengsi tidak akan membuat Anda termotivasi.

Bahkan saat Anda mengerjakan pekerjaan yang Anda benci, mungkin Anda masih bisa mengendalikan pekerjaan tersebut. Bisakah Anda meminta untuk dilibatkan dalam proyek baru yang lebih menarik? Bisakah Anda bekerja sukarela untuk membantu manajer Anda dengan sebuah proyek?

Berbangga dengan pekerjaan yang dijalani

Sebagian kegiatan mungkin terlihat sia-sia. Mungkin Anda hanya satu bagian kecil dalam pekerjaan yang besar dan sulit bagi orang untuk mengetahui apakah hasil kerja kita signifikan atau tidak. Namun kenyataannya hal itu membuat perbedaan, perusahaan Anda mungkin tidak akan merekrut Anda dahulu jika keberadaan Anda tidka diperlukan.

Lebih mudah untuk memotivasi diri sendiri saat kita bangga dengan apa yang kita kerjakan dan Anda melakukannya dengan kemampuan terbaik Anda. Apakah Anda membersihkan rumah atau berhadapan dengan pelanggan, Anda bisa secara sadar memutuskan untuk melakukan yang terbaik.

Pikirkan hasilnya

Dalam dunia yang ideal, setiap pekerjaan adalah imbalan itu sendiri. Tentu saja, hal itu tidak selalu terjadi. Anda mungkin memiliki banyak sekali pekerjaan di daftar Anda yang kurang menarik atau mengasyikkan tetapi Anda menginginkan untuk tetap melakukannya karena pekerjaan-pekerjaan itulah yang akan membawa Anda lebih dekat dengan tujuan Anda.

Mencoba berfokus pada hasilnya akan membuat kita lebih bersemangat. Misalnya saat Anda kesulitan mengerjakan skripsi, Anda bisa membayangkan kebahagiaan yang terbersit di wajah orang tua saat kita bisa lulus dan Mandiri setelahnya. Atau bayangkan uang yang Anda sudah tabung selama sekian lama bekerja bisa Anda gunakan untuk membeli sesuatu yang diidam-idamkan, seperti rumah, kendaraan atau tidak hanya berbentuk benda tetapi bisa berupa kepuasan abstrak seperti bertamasya, melancong ke tempat baru bersama keluarga dan orang yang dicintai.

Berhati-hati dengan penggunaan imbalan Anda

Sebagian orang memotivasi diri dengan imbalan: “Setelah aku menyelesaikan laporan  ini, aku akan menghadiahi diri dengan sebatang coklat”. Hal ini bisa membantu jika Anda harus mendorong diri untuk menyelesaikan tugas tetapi jika Anda melakukannya terlalu sering, Anda akan bergantung pada imbalan daripada motivasi alami Anda.

Berpikirlah tentang imbalan yang ada dalam pekerjaan itu sendiri: “Setelah aku menyelesaikan laporan ini, aku merasa lebih lega” atau “Menyesaikan laporan ini akan membahagiakan orang yang membacanya.” Daripada memandang pekerjaan sebagai kumpulan beban di agenda harian kita, mengapa tidak memikirkan tentang dampak nyatanya pada Anda dan orang lain?

Pelajari sesuatu yang baru

Kita semua adalah pelajar alami. Itulah bagaimana manusia bertahan hidup. “Belajar” tidak hanya bagi anak kecil dan siswa di sekolah. Belajar adalah sesuatu yang kita selalu lakukan sepanjang hayat. Jika Anda pernah berjuang untuk merancang sebuah software baru dan menemui momen inspiratif, Anda akan tahu betapa mengasyikkannya bisa terus belajar sesuatu yang baru.

Jika ada area spesifik dalam kehidupan yang membuat kita kurang termotivasi, itu lebih karena kita tidak percaya diri dalam melakukannya. Mungkin Anda membenci memasak, menulis, berolahraga atau pekerjaan lain karena Anda tahu Anda berjuang keras melakukannya dengan baik.Bersabarlah dalam belajar dan itu bisa membuat mtovasi lebih tinggi.

Tetap termotivasi saat bekerja

Anda mungkin termotivasi memulai pekerjaan baru tetapi jika perhatian Anda buyar setelah 5 menit, Anda akan berjuang untuk menjaga keberadaan motivasi itu. Setiap waktu Anda beralih ke hal lain (seperti Facebook atau ponsel Anda), Anda sedang mengganggu konsentrasi diri sendiri.

Tetap fokus pada satu hal di satu waktu bahkan jika itu berarti Anda harus memutuskan koneksi Internet dan memblokir situs yang mengganggu konsentrasi. Jika Anda terus menunda untuk memulai, itu akan memberi kesan bahwa pekerjaan itu akan menghantui Anda selamanya.(*/Akhlis)